29
Jun
09

Jika hidup di daerah rusuh

Jika hidup di daerah rusuh maka bersiap-siaplah dengan banjir telpon begitu TV menyiarkan berita yg sedikit gawat.  Tadi pagi ibu sudah heboh menelpon (yg sayangnya tidak terdengar karena lagi mandi) dan sms, setelah menonton berita pagi ada kerusuhan di Ternate. Menurut media Bad news is good news, maka bisa dipastikan tawuran heboh semalam akan ditayangkan dengan sangat dramatis. Demo kecil aja bisa tampak luar biasa di TV apalagi jika ada aksi tembak-tembakan polisi, huiii… pasti seru.

Kebetulan kejadian tadi malam memang agak bikin tegang saya, karena daerahnya persis di dekat saya tinggal.  Sebenarnya kejadian ini tidak mendadak, tapi sudah berlangsung 2 minggu. Tiap malam minggu jalan itu penuh dengan taburan botol bir yg pecah. Tapi rupanya aksi malam minggu tidak memuaskan sehingga jam 9 malam mereka mulai tawuran lagi. Berhubung hari ini ada kunjungan JK, polisi tidak mau ambil resiko, pasukannya segera datang dengan sirine memekik-mekik.

Saya mulai pasang telinga, ini sirine polisi atau ambulance atau pemadam kebakaran. Dan sialnya berhenti tidak jauh dari lokasi rumah, tidak lama kemudian terdengar bunyi tembakan berkali-kali. Ya Tuhan, saya terjebak seperti kelinci di dalam sarangnya, tidak mungkin keluar rumah karena kejadian ada di jalan di muka tempat tinggal saya. Karena bunyi tembakan tidak berhenti dan terdengar bunyi tiang listrik dipukul-pukul, saya mulai memasukkan barang-barang penting ke dalam ransel, mengganti baju dengan celana pendek, siap lari kalau ada yg membobol tempat tinggal.

Sedangkan tetangga ada yg keluar ke jalan dan menontonnya. Pikiran jelek kalau ada massa yg menonton tertembak polisi, massa yg ngawur itu tentu makin tidak bisa ditangani. Bisa potensi konflik nih, mana saya pendatang lagi. Untungnya polisi bisa menguasai keadaan, walaupun di berita koran lokal ternyata ada yg kena lemparan batu dan benda tajam, tapi tak ada yg meninggal.

Yah begitulah, siapa suruh tinggal di kota ini? Kebayang aja saat kerusuhan berdarah tahun 2000 dulu, tentu lebih mencekam dari semalam.


0 Tanggapan ke “Jika hidup di daerah rusuh”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan