Pinjam lirik lagu Iwan Fals untuk judul postingan kali ini. Sejak minggu lalu hujan turun hampir tiap hari. Matahari hampir tidak pernah menyapa kota ini. Hari Sabtu menjadi puncak cuaca buruk karena hujan disertai petir walaupun ga kencang petirnya, dan tebalnya awan hujan membuat hari Sabtu sangat kelam. Membuat saya malas keluar rumah saat weekend.
Tapi hari Senin, walaupun ga ada kelas saya sengaja pergi ke sekolah, kalau di rumah tidak bakal produktif sih. Sengaja berangkat pagi, karena biarpun kelam, hujan belum turun. Yang merayakan imlek bakalan bahagia dengan hujan seperti ini. Rejeki besar katanya.
Target saya untuk menyelesaikan 2 online course sebagai bagian pre-assignment salah satu kelas, baru kelar jam 9 malam. Tesnya sih gampang yang lama adalah baca manualnya, karena detil ga ada yang kelewat titik komanya. Beuuh. Begitu keluar dari gedung sekolah saya langsung disapa kabut tebal.
Wuah imajinasi saya langsung membayangkan cerita-cerita pembunuhan di malam berkabut tebal. Gimana ga bayangin yang horor kalau kabut seperti melayang perlahan-lahan membawa kelembaban, membungkus sinar oranye dari lampu-lampu jalan, sehingga tidak bisa menembus kegelapan terlalu jauh. Pipi dan rambut seperti dibelai oleh jemari yang tidak nampak. Udara diam tidak bergerak, hanya kabut yang menggelisir kesana kemari seperti ular.
Saya ga bakal heran kalau ada penulis fiksi horor terinspirasi dari malam seperti ini. Yang membuat malam tidak terlalu mengerikan karena apartement saya ada di dekat jalan besar. Biarpun lebih sepi dari biasanya, suara mobil yang lewat mengingatkan akan banyaknya manusia di sekitar saya. Dan berhubung saya jarang banget nonton film horor, imajinasi saya malah jadi kocak.
Yang bikin saya nyesal cuma satu, ga bawa kamera. Karena di kabel listrik ada jaring laba-laba yang dipenuhi butiran air sampai dari bawah kelihatan berwarna putih ditimpa sinar lampu jalan. Dengan latar belakang embun, jadi pengen coba foto dengan lensa zoom. Cuma malas keluar rumah lagi. Hahaha… ga bakal bisa jadi fotografer profesional-kebanyakan malasnya.