Kasihan dengan tetumbuhan yang ada di Atlanta saat ini. Kalau saya jadi pohon sepertinya akan ngambek dulu pada alam yang moody. Musim dingin tahun ini sangat ringan, suhu di A city sejak masuk December berkisar di 60-70F, termasuk hangat banget. Kadang-kadang anjlok ke 40-50F, naik-turun ga karuan deh.
Saya ngobrol dengan teman membandingkan perubahan cuaca dengan tahun lalu, dan menduga-duga apakah ini akibat dari fenomena global warming? Tampaknya saya tidak akan mengalami musim dingin di tahun terakhir study. Dari musim gugur langsung masuk ke musim semi. Burung-burung balik kandang, dan bunga mulai pada mekar.
Tapi mendadak Sabtu lalu suhu langsung drop ke 20F alias dibawah 0, ada kali 3 hari ngedrop suhunya. Baru deh kerasa menggigil. Pohon yang mulai mengeluarkan daun-daun baru langsung mengkeret ga jelas. Dan yang sanggup untuk menghadapi cuaca moody ini hanyalah Dandelion.
Hangat sedikit, bunga-bunga kuningnya bermunculan untuk kemudian berubah menjadi bulu-bulu putih itu. Ga gampang untuk menangkap fotonya yang tidak blur karena latar belakang rumputnya yang hijau itu. Untuk kamera saat dipasang ke makro, tanpa nge-set fokusnya, dijamin akan dapat foto dandelion yang blur.
Bunga satu ini sering jadi permainan saya waktu kecil. Saat ditiup, bijinya akan berterbangan kemana-mana. “Terbang … terbang yang jauh”, saya berteriak menyemangati biji-biji itu. Dan saya merasa mereka terbang sambil tersenyum, meniti angin, sebelum kemudian mendarat di tanah yang akan menjadi rumah mereka. Saya merasa telah menolong dandelion untuk mendapatkan rumah. Hahaha… imajinasi masa kecil yang akan tetap melekat setiap kali saya melihat dandelion.
