Avocado

Saya lagi selera makan pokat. Pakai gula tentunya. Lumayan mahal $1 sebiji, jadi inget di Tidore sering nawar pokat 5000 dapat 3 yang besar-besar. Lebih asik lagi kalau ada yang ngasih pokat, bikin jingkrak-jingkrak bahagia. Pokat Tidore itu kalau di Bandung disebutnya alpukat mentega, saking pliketnya. Matang di pohon lagi. Pas musim pokat bisa dipastikan saya makan siang pokat doang.

Orang disini juga pada senang pokat, terutama yang hobbi makan makanan Mexico. Namanya guacamole, tapi ga pake gula, sebagai side dish yang bisa dicolek roti, dimasukkan ke dalam burrito, atau sekedar dimakan dengan nasi dan salsa. Jadi biasanya cuma dikasih sesendok dua sendok aja. Dan ketemu juga di sushi paketan, buat mengurangi daging seafoodnya (akal-akalan yang jualan sushi).

Kalau saya cerita makan pokat pake gula sama orang sini, mereka mengernyitkan dahi, karena tentu saja ga kebayang rasanya buat mereka. Hihihi, ga tau nikmat asli pokat sih. Makanya mereka senang beli pokat kecil-kecil dengan kulit keriput warna coklat. Sedangkan saya milih pokat hijau guede. Tapi ga bisa langsung dimakan, harus dibiarkan sehari-dua hari nunggu empuk.

Makan pokat yang pliket bisa membantu lancarnya urusan belakang lho. Mantap banget deh. Perut saya sudah agak ajaib sih, padahal pokat kan ga ada seratnya, tapi benar-benar membantu membentuk bulk, yang bisa menyeret semua sisa metabolisme di usus saat setor pagi-pagi. Keluar semua, puas, tidak bersisa, dan perut berasa bersih… hihihi… maaf agak nyenggol yang alami postingannya.

2 pemikiran pada “Avocado

    • Hi Locialove, sama ya seleranya. Iya mahal banget, kalau ga ingat manfaatnya ga bakalan beli deh. Makasih ya udah mampir.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s